Stop, Pemberian Sampel Susu Formula Di Rumah Sakit/Rumah Bersalin

Anda pernah mengalaminya? Saya pernah dan kawan -kawan saya juga mengalaminya. Ya…sepertinya sudah jamak terjadi ketika seorang ibu melahirkan di rumah sakit atau rumah bersalin kemudian mendapatkan sampel susu formula dari rumah sakit atau rumah bersalin tersebut. Padahal hal tersebut bertentangan dengan Kode Etik Internasional Tentang Promosi Susu Formula. Nah lho…..!
Adalah WHA (World Health Assembly) telah mengeluarkan Kode Etik Internasional Tentang Promosi Susu Formula, didalam salah satu poinnya disebutkan bahwa “Dilarang memberikan sampel susu formula atau hadiah kepada ibu ataupun petugas kesehatan.” Ketentuan ini wajib dipatuhi oleh para produsen susu formula dan distributor meskipun pemerintah setempat belum menerapkannya.

Tapi pada kenyataannya kode etik ini tidak dipatuhi oleh para tenaga medis yang terhormat. Pembagian sampel atau hadiah susu formula pada ibu yang baru melahirkan adalah hal biasa dan dianggap wajar. Amat disayangkan tentunya, tenaga medis yang merupakan ujungtombak keberhasilan dalam pemberian ASI Eksklusif justru tidak dengan sepenuh hati melaksanakan fungsinya. Saya hanya bisa menebak-nebak, mengapa hal tersebut dilakukan oleh tenaga medis. Apa mereka tidak tahu adanya kode etik tersebut sedangkan akses informasi terbuka luas atau ada hal lain yang membuat tenaga medis mengijinkan susu formula masuk rumah sakit/ rumah bersalin……..hmmmm……merekalah yang tahu jawabannya.

Jika hal ini dibiarkan maka keberhasilan ASI Eksklusif mendapat tantangan yang amat besar. Bagi ibu yang memiliki pengetahuan memadai tentang ASI tentu tidak akan terpengaruh dengan cara-cara promosi seperti itu. tapi bagaimana dengan ibu yang memiliki pengetahuan terbatas dan tidak mempunyai kemampuan untuk memilih yang terbaik, pasti akan terpengaruh.

Berharap kepada tegaknya peraturan di negeri ini tentu masih sulit. Berharap kepada pemerintah..tentu….kita dorong pemerintah agar lebih ketat dan tegas dalam mengawasi promosi susu formula. Berharap kepada tenaga medis.. ya… karena mereka ujungtombak keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Jadi kepada para tenaga medis : stop!pemberian sampel susu formula di rumah sakit/ rumah bersalin.

Lalu siapa yang langsung bertindak….? Kita bu…..Ayo bekali diri dengan pengetahuan tentang ASI dan bulatkan tekad untuk dapat memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan, dan pemberian ASI diteruskan hingga 2 tahun. Setuju…………!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s