Pengaruh Rangsang Sensorik Terhadap Produksi ASI

Apa ya yang disebut rangsang sensorik??? Lalu apa hubungannya dengan Produksi ASI??? Ternyata keduanya saling berhubungan lho!!! Apa dan bagaimana hal tersebut berlangsung akan saya kupas dalam tulisan ini.

Pertama saya ingin membahas tentang rangsang sensorik, dimana yang dimaksud dengan rangsang sensorik adalah rangsang yang timbul karena proses bayi menghisap puting atau juga karena pemerahan. Rangsang sensorik inilah yang akan menghasilkan hormon prolaktin dan oksitosin. Nah…yang berhubungan produksi ASI adalah hormon prolaktin sedangkan hormon oksitosin bertugas dalam distribusi ASI atau mengalirkan ASI telahdibahas

Hormon prolaktin bekerja secara otomatis dalam memproduksi ASI jadi ketika cadangan ASI dalam payudara berkurang maka segera hormon prolaktin ini bekerja memproduksi ASI. Tapi jika payudara  tetap penuh maka akan terbentuk Prolaktin Inhibiting Factor yaitu zat yang menghentikan produksi ASI. Hormon prolaktin ini bekerja berdasarkan rangsang sensorik pada puting, jadi semakin sering di susui atau di perah akan semakin baik karena produksi susu akan terus-menerus terjadi, meskipun proses menyusui sedang berlangsung. Bayangkan Mom, jika payudara penuh tidak disusui maka produksi berhenti dan jika kondisi ini berlangsung terus maka ASI bisa benar-benar berhenti berproduksi. Nah jika selama ini ada anggapan bahwa ASI yang tidak lancar atau tidak banyak itu karena produksinya sedikit harus diluruskan. Jadi, supaya produksi ASI berlimpah susui bayi setiap dia minta,tidak usah dipatok waktunya harus setiap 3 jam sekali misalnya,kalau memang sebelum 3 jam bayi menginginkan lagi maka susuilah(on demand). Kalau setelah disusui payudara tetap penuh maka Mom bisa memerahnya, ini berguna untuk rangsang sensorik juga kalau Mom butuh waktu istirahat maka kegiatan menyusui bisa diserahkan sementara kepada suami atau baby sitter dengan ASI perah tadi.

Jadi jelas kan hubungannya antara rangsang sensorik tadi terhadap produksi ASI. Semakin sering rangsang sensorik (menyusui&memerah) itu terjadi maka produksi ASI pun akan terus berlangsung dan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan bayi Mom.

Jangan kawatir lagi kalau ASI nya ndak cukup  ya Mom, asal sering disusui atau diperah maka produksinya akan terus berlangsung. Dak ada alasan lagi untuk tidak memberikan ASI karena ASI tidak tergantikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s