Serba-serbi di Perantauan : Kue Delapan Jam

kue delapan jam @kuepalembang.wordpress.com

Palembang memang kaya akan kuliner tidak hanya masakan tapi juga kue tradisionalnya. Meski mirip satu sama lain tapi tetap memiliki citarasa khas. Salah satunya adalah kue delapan jam ini. Mendengar dari namanya saja sudah unik kan?.

Pertamakali makan kue delapan jam itu waktu besanjo  ke rumah tetangga saat Lebaran. Kue tradisional Palembang ini memang senantiasa tersaji saat momen itu. Rasanya manis dan legit, sangat manis bahkan menurut lidahku. Itu sebabnya dalam menyajikan biasanya dalam bentuk irisan yang tipis.

Kue delapan jam terbuat dari telur, agar-agar,margarin, gula pasir dan susu kental manis. Kue ini dibuat tanpa bahan tepung terigu seperti layaknya kue-kue lainnya. Kue delapan ini termasuk salah satu keunikkan dari Palembang. Nama delapan ini diambil dari lamanya pemanggangan kue yang memang harus delapan jam. Ini harus ya, karena menurut orang Palembang kalau kurang dari delapan jam maka kue ini tidak jadi. Pokoknyo harus delapan jam nian.

Seumur-umur baru kali ini aku menemukan kue yang harus di panggang selama delapan jam. Lama bangeeet deh. Lebaran tahun ini sepertinya aku tidak bisa lagi merasakan legitnya kue delapan jam, karena akhir Juni ini aku harus segera pindahan. Salah satu kenangan tak terlupakan bisa merasakan kekayaan kuliner Bumi Sriwijaya yang super legit ini.

2 thoughts on “Serba-serbi di Perantauan : Kue Delapan Jam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s