Batik Tulis Menatap Masa Depan

https://i1.wp.com/i1257.photobucket.com/albums/ii520/berbatikcom/BannerKontesBlogalt2-01_290_zps60213c2b.jpg

Batik tulis adalah metode pembuatan batik yang paling tua sekaligus memiliki nilai seni tinggi. Batik tulis dibuat diatas selembar kain yang telah diberi gambar motif, kemudian motif tersebut dilapisi dengan malam atau lilin menggunakan alat bernama canting. Pengerjaan ini dilakukan secara manual oleh tangan para perajin batik tulis. Pengerjaan satu lembar kain selesai dalam hitungan bulan.

Jaman dahulu pembuatan batik tulis tidak hanya memiliki nilai seni namun juga spiritual. Contohnya adalah batik tulis di Jogya dan Solo. Bahkan pada jaman Paku Buwono III, pembuatan batik tulis melibatkan aneka ritual seperti puasa dan semedi, kain mori pun harus direndam selama 40 hari 40 malam demi mendapatkan pancaran aura dari setiap motif batik tulis. Batik jaman dahulu memang memiliki filosofi nan agung. Setiap motif batik memiliki filosofi yang berbeda. Perbedaan filosofi ini berujung pada perbedaan penggunaan kain batik. Masing-masing motif memiliki peruntukkan yang berbeda.

foto:3.bp.blogspot.com

foto:infobatik

Beberapa motif batik bahkan hanya boleh digunakan oleh pihak keraton. Seperti motif Wahyu Tumurun (turunnya wahyu), motif ini digunakan pada saat perayaan kenaikan tahta raja-raja jawa. Ada juga motif Sido Mukti yang memiliki filosofi kemakmuran, motif inipun hanya boleh digunakan oleh keluarga keraton. Batik pada masa itu memang mencerminkan pangkat dan tingkatan sosial pemakainya.

Penciptaan motif batik juga melibatkan raja-raja pada masa itu. Panembahan Senopati, pendiri kerajaan Mataram kuno menciptakan motif Parang Rusak yang diilhami dari jajaran pegunungan seribu tempat beliau bertapa yang menyerupai pereng atau tebing berbaris. Ada juga Sultan Agung Hanyokrokusumo yang menciptakan motif Parang Barong Rusak. Filosofi dibalik setiap motif batik itulah yang membuat batik tulis memiliki nyawa.

Jaman kini telah berubah, motif batik yang dahulu hanya boleh dipakai keluarga keraton kini sudah bisa digunakan oleh rakyat kebanyakan. Tidak hanya itu pembuatan batik pun turut berkembang. Jika dulu hanya dikenal batik tulis yang proses pembuatannya menggunakan canting kini munculah batik cap dan batik printing. Meskipun demikian keberadaan batik tulis layak mendapat perhatian serius agar tidak tergerus jaman.

Proses Pembuatan Batik Tulis

Pembuatan batik tulis rata-rata memakan waktu 2-3 bulan untuk selembar kain. Proses ini memerlukan alat-alat antara lain:

  • Gawangan, tempat menaruh kain ketika sedang di beri lilin, ini untuk memudahkan pekerjaan para perajin batik.
  • Canting, alat untuk menuangkan lilin di atas kain, terbuat dari tembaga berujung lancip dan tersedia dengan beragam ukuran.
  • Wajan kecil, tempat untuk melelehkan malam/lilin, biasanya terbuat dari tembaga, atau bisa juga dari tanah liat.
  • Anglo, kompor kecil untuk memanaskan wajan yang berisi malam/lilin.
  • Malam/lilin, terbuat dari campuran paraffin, lemaknya minyak kelapa, dan gondorukem.
  • Bahan pewarna, biasanya diperoleh dari tumbuh-tumbuhan.

Langkah-langkah yang diperlukan dalam membuat batik tulis adalah:

  1. Gambar motif di atas selembar kain
  2. Taruh kain diatas gawangan, panaskan malam/lilin hingga meleleh sempurna dan tetap nyalakan kompor dengan api kecil agar lilin/malam tidak membeku kembali.
  3. Ambil cairan malam dengan canting, tiup dulu agar tidak terlalu panas, dan goreskan perlahan-lahan pada motif yang telah dibuat.
  4. Setelah motif selesai ditutup malam maka celupkan kain tersebut pada seember air yang telah diberi pewrna dan ulangilah beberapa kali.
  5. Setelah proses pewarnaan selesai dilanjutkan dengan proses membersihkan malam/lilin dari kain batik.
  6. Terakhir adalah proses pencucian dan penjemuran

Dari serangkaian proses tersebut, menggoreskan malam dengan canting adalah proses yang paling lama. Selain membutuhkan ketelitian dan ketelatenan, proses ini juga memerlukan kehati-hatian tingkat tinggi agar tidak ada malam/lilin yang tertuang di luar motif yang dikehendaki, sebab ini bisa mempengaruhi hasil motif batik.[1]

Proses panjang dan rumit dalam membuat batik tulis bernilai seni tinggi. Tidak mengherankan jika di pasaran, harga batik tulis paling mahal diantara batik cap dan batik printing. Fakta ini seharusnya merupakan berkah bagi mereka yang berada dibalik terciptanya keindahan dan nyawa dalam selembar kain bernama batik tulis yaitu para perajin batik tulis. Tangan-tangan lembut mereka, lihai memainkan canting, menyusuri setiap lekuk motif batik tulis. Ditangan mereka, batik tulis lestari terjaga hingga kini.

Potret Perajin Batik Tulis

Seni membatik adalah seni warisan leluhur bangsa ini. Keterampilan membatik pun diperoleh secara turun-temurun. Sejak dahulu, di kampung-kampung yang terkenal sebagai penghasil batik, semua warganya menjadi perajin batik terutama kaum wanitanya. Profesi ini secara turun-temurun diteruskan kepada anak cucu mereka. Upaya mulia untuk menjaga agar batiktulis tetap ada.

pembatik

foto:1.bp.blogspot.com

Namun kini, perajin batik tulis rata-rata telah berusia paruh baya bahkan lanjut usia. Dibeberapa sentra penghasil batik, menyatakan bahwa salah satu persoalan yang mereka hadapi dalam mengembangkan batik tulis adalah terbatasnya jumlah perajin batik. Jika mereka sudah tidak mampu lagi membatik, siapa yang akan menggantikan mereka?

Anak-anak muda jarang yang berminat menjadi perajin batik sebab ini tidak bisa dijadikan gantungan hidup. Penghasilan mereka rendah, tidak akan cukup untuk biaya hidup sehari-hari jika hanya bergantung dari membatik. [2]

Upaya Melestarikan Batik Tulis

Mencetak perajin batik tentu harus dilakukan agar keberadaan batik tulis tidak punah. Hal ini harus mendapat perhatian serius pemerintah. Peran pemerintah diharapkan akan mampu mengangkat taraf hidup para perajin batik agar banyak orang tertarik untuk membatik.

Saat ini batik telah mendunia, permintaan akan batik tulis juga meningkat. Sayang, jika hal ini tidak diimbangi dengan kemampuan produksi yang memadai. Kapasitas produksi batik tulis  tentu bergantung pada jumlah perajin yang ada, karena pengerjaan yang manual dan membutuhkan waktu yang lama.

Mengadakan pelatihan membatik bagi masyarakat di sekitar sentra penghasil batik diharapkan akan mampu mencetak generasi penerus batik tulis. Seperti yang dilakukan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan Batik, desa Sokaraja Kulon Kabupaten Banyumas yang memberikan pelatihan bagi warga di desa yang merupakan sentra penghasil batik. Usaha ini pun mendapat bantuan dana dari pemerintah. [3]

Upaya ini bisa dijadikan contoh bagi sentra batik lainnya.

Berbatik Forever

Melestarikan batik tulis bukan hanya dengan mencetak perajin baru namun juga dengan memakainya. Apalagi semakin hari batik semakin populer saja. Tidak hanya motif batik yang terus berkembang namun juga desain ketika sudah menjadi baju amat beragam dan semakin trendy. Jika dulu pemakai batik biasanya dari kalangan orang tua. Sekarang ini batik juga menjadi favorit banyak anak muda. Desainer kondang pun berlomba-lomba menciptakan mode pakaian batik yang sesuai dengan selera jaman.

Harganya yang mahal memang jadi persoalan tersendiri bagi kita yang terbatas secara ekonomi. Namun bisa disiasati dengan menggunakan batik tulis di acara-acara istimewa saja. Bagi mereka yang secara ekonomi berlebih tentu tidak menjadi persoalan ketika harus membeli batik tulis yang mahal itu.

Untuk bisa mendapatkan kain/ baju batik sekarang ini juga semakin mudah. Jika tempat tinggal kita jauh dari sentra produksi batik maka tidak perlu berkecil hati. Berbelanja batik sekarang ini bisa lebih mudah dan nyaman melalui butik batik dan toko batik online.

Keberadaan toko batik dan butik batik online ini tentu membantu menyebarluaskan dan melestarikan batik termasuk batik tulis. Jumlah toko batik dan butik batik juga semakin menjamur. Salah satu butik batik yang terpercaya adalah Berbatik. Ini adalah butik batik online yang menyediakan beragam jenis batik dengan beragam motif.

Berbelanja batik di butik batik online amat menyenangkan karena biasanya model baju yang ada telah dilengkapi dengan harga, ukuran, dan jenis bahan. Ini akan memudahkan kita sebagai konsumen dalam menentukan pilihan. Cukup di rumah saja kita bisa mendapatkan batik yang kita inginkan.

Melakukan segenap upaya di atas akan membuat batik tulis memiliki masa depan yang baik. Batik tulis tidak hanya akan jadi cerita masa lalu namun cerita indah di sepanjang masa.

Tulisan ini diikutsertakan dalam even “Aku Berbatik” yang diselenggarakan oleh www.berbatik.com

Disclaimer: Isi diluar tanggungjawab Berbatik dan Berniaga Digital.

Sumber:
Carapedia
Liputan6
Suara Merdeka
Kabar Solo Raya

6 thoughts on “Batik Tulis Menatap Masa Depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s